Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Ads

Arti Mimpi Meretas Situs Tiket Online Menurut Islam

Tafsir Mimpi Meretas Situs Tiket Online

Arti mimpi meretas situs tiket online tak hanya dibahas dalam buku mimpi primbon Jawa saja, di dalam Agama Islam pun turut saya cari apa sebenarnya maknanya. Ada banyak orang mereka-reka penafsiran mengenai arti mimpi meretas situs tiket online dalam Islam tapi saya lihat dan cermati sampai pusing kepala ini, tidak juga saya temukan, baik di dalam Al-qur’an maupun Hadist, tidak ada satu ayat atau satu hadist pun yang meramalkan dan menghubungkan antara mimpi dan kehidupan dunia, apalagi dengan angka-angka. Bagaimana tafsir arti mimpi jadi peretas dalam Islam yang sebenarnya? Mungkin sobat SyairAngka.com belum yakin dan perlu khasanah pengetahuan dari sumber lain, silahkan sobat mencari sendiri atau bertanya kepada yang lebih tahu.

Arti Mimpi Meretas Situs Tiket Online Menurut Islam

arti mimpi meretas situs tiket online menururt islam


Arti Mimpi Meretas Situs Tiket Online Dalam Kitab-Kitab Islam

Makna mimpi meretas situs tiket online ini jika di dalam Islam atau menurut Islam tidak ada artinya, karena memang di dalam Islam tidak pernah ditemukan bahasan mengenai ramalan dari sebuah mimpi. Bahkan di dalam Islam dilarang atau haram hukumnya memaknai atau meramal mimpi kemudian dikait-kaitkan dengan kehidupan atau suatu hal yang bakal terjadi di kemudian hari ataupun dikait-kaitkan dengan angka-angka dengan tujuan bermain permainan tebak angka togel. Makna mimpi ini jika di dalam Islam atau menurut Islam saya tegaskan sekali lagi bahwa mimpi ini tidak ada artinya, karena memang di dalam Islam tidak pernah ditemukan bahasan mengenai ramalan mimpi, sudah tahukan sobat.

arti mimpi meretas situs tiket online menururt islam

Arti Mimpi Jadi Peretas Dalam Perspektif Islam

Pada kenyataannya arti mimpi meretas situs tiket online memang tidak pernah ditemukan dalil di dalam Al Quran maupun Hadits Rosululloh. Bahkan, Rasulullah Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam melarang kita sebagai umatnya untuk mempercayai ramalan-ramalan dari Ahli Ramal atau Dukun.

Dan di dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Ibnu Majah, Imam Ahmad, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
مَنْ أتى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لم تقْبَل لَهُ صَلاةُ أربعينَ ليلةً
Artinya : “Barang siapa yang datang kepada tukang ramal, kemudian percaya apa yang dikatakan, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari.”

Dahulu kala pada zaman jahiliyah, banyak sekali praktik perdukunan dan supranatural dari para paranormal di daerah Arab yang bersekutu melakukan kerjasama dengan setan atau jin untuk meramal masa depan, serta meramal hidup seseorang.
Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam juga melarang kita sebagai umatnya untuk mengambil bagian dari sebuah ilmu perbintangan untuk keperluan meramalkan sebuah peristiwa, termasuk ilmu santet atau sihir.

Dan Rosululloh juga pernah bersabda :
“Barang siapa yang mengambil bagian dari ilmu perbintangan (untuk keperluan meramal), maka dia telah mengambil bagian dari ilmu sihir.”
(HR Abu Daud dan Ibnu Majah).
Dan pelarangan ini juga berlaku pada buku primbon dan tafsir-tafsir tentang ramalan kedutan.

Di dalam Alquran Surat An Naml ayat 65 Alloh berfirman :
قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ
Artinya : “Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Tidak ada seorang pun di langit dan bumi yang mengetahui perkara gaib, kecuali Allah.’ Dan mereka tidak mengetahui jika mereka akan dibangkitkan.”

Di dalam Al-Qur’an Surat Al Jin ayat 26-27 Alloh berfirman :
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ
Artinya : “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridhoi-Nya”.
Namun semua ini tetap kembali pada diri sobat masing-masing, percaya ataupun tidak percaya adalah hak dari setiap individu, karena ini merupakan sebuah keyakinan dalam hidup.

 

Oleh Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam melalui beberapa Hadistnya, bersabda bahwa mimpi itu dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Mimpi buruk yang menakutkan juga menyedihkan, Mimpi ini merupakan mimpi yang berasal dari Syaiton. Dan mimpi ini tidak boleh diceritakan kepada siapapun, apalagi ditakwilkan atau di Tafsirkan. Jika kita mengalami mimpi buruk, dan setelah kita bangun dianjurkan memohon perlindungan dari Alloh Subhanahu Wata’ala dari dampak buruk mimpi itu dengan membaca Isti’adah kemudian meludah ke sebelah kiri 3 kali serta tidak menceritakan mimpi itu kepada orang lain. Maka dampak buruk mimpi itu tidak akan mengganggu. Karena mimpi buruk dan menyedihkan bisa saja mengganggu psikologis kita.
  2. Mimpi yang menggelisahkan yang terus saja terbawa sampai dia bangun atau bisikan hati dari seseorang yang begitu keras memikirkan sesuatu sampai terbawa dalam mimpi. Dan mimpi ini biasanya terjadi karena disebabkan ada gejolak di benaknya, baik dihati maupun pikirannya. Dan mimpi ini ada yang boleh diceritakan ada yang tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Tergantung pantas dan tidaknya mimpi itu untuk diceritakan.  Misal :
    1. Saking cintanya kepada seseorang, kita sampai bermimpi basah dengannya (tidak boleh diceritakan).
    2. Saking keras nya berpikir untuk bekerja, sampai kita bermimpi mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan (boleh diceritakan).
  3. Mimpi yang merupakan petunjuk dan merupakan cabang dari Mukjizat Kenabian atau kabar gembira dari Alloh Subhanahu Wata’ala , atau yang dikenal dengan Ruqyah Shodiqoh. Atau bagi orang biasa seperti kita-kita adalah Mimpi yang Baik, misalnya mimpi berhaji, mimpi berjihad, mimpi sholat berjamaah, maka mimpi ini boleh diceritakan kepada orang lain. Dan memang mimpi ini disunnahkan untuk diceritakan.

 

Posting Komentar untuk "Arti Mimpi Meretas Situs Tiket Online Menurut Islam"